Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal Selenggarakan Rapat Koordinasi Teknis Kementerian Pertanian 2021


17 Feb 2021 13:17:27


Sektor pertanian merupakan sektor strategis, memegang peranan sangat penting dalam mewujudkan ketahanan pangan, peningkatan daya saing, penyerapan tenaga kerja serta penanggulangan kemiskinan.

Di tengah bencana pandemi Covid-19 yang melanda sejak triwulan pertama tahun 2020 lalu, disaat banyak sektor-sektor ekonomi produktif mengalami keterpurukan akibat dampak pandemi Covid-19, namun demikian sektor pertanian ternyata berhasil mencatat kinerja positif di bidang perekonomian.  Hal tersebut ditunjukkan berdasarkan data BPS dan Kemenkeu. Berbagai capaian kinerja sektor pertanian selama tahun 2020 antara lain : 

1)    Pertumbuhan PDB nasional menurut lapangan usaha secara umum pada triwulan II/2020 adalah -4,19%. Namun sebaliknya, pertumbuhan PDB lapangan usaha di sektor pertanian ternyata mencatatkan hasil positif sebesar 16,24%;
2)    Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III/2020 adalah -3,45%.  Namun demikian sektor pertanian ternyata berhasil tumbuh positif sebesar 2,15%;
3)    Nilai Tukar Petani (NTP) pada Desember 2020 adalah sebesar 103,25 atau naik sebesar 0,38% dibandingkan NTP bulan November 2020 sebelumnya sebesar 102,86;
4)    Nilai ekspor pertanian tahun 2020 sebesar Rp 451,77 Trilyun, atau naik sebesar 15,79% dibandingkan nilai ekspor tahun 2019 yang sebesar Rp 390,16 Trilyun;
5)    Sektor pertanian menyerap tenaga kerja terbesar yaitu sebanyak 38,2 juta jiwa atau 29,76% dari total jumlah penduduk yang bekerja, bahkan pada masa pandemi Covid-19 menyerap tenaga kerja sebesar 2,23% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya;
6)    Penyerapan KUR sektor pertanian tahun 2020 adalah sebesar Rp 55,94 Trilyun, atau naik sebesar 54,6% dibandingkan realisasi KUR 2019 sebesar Rp 36,18 Trilyun; dan
7)    Kinerja realisasi anggaran Kementerian Pertanian tahun 2020 adalah sebesar 95,61%, lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun 2019 sebesar 88,97%.

Atas berbagai capaian kinerja pada tahun 2020 tersebut, di tahun 2021 Kementerian Pertanian memiliki tekad untuk senantiasa berupaya mewujudkan peningkatan produksi pangan, peningkatan daya saing pertanian, serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui penyusunan dan implementasi program dan kegiatan yang tepat dan efektif.  Berbagai program dan kegiatan tersebut diantaranya : pembangunan pertanian melalui pendekatan kawasan dan korporasi petani, penyediaan benih unggul berkualitas, pengembangan dan diseminasi hasil riset dan inovasi pertanian, penanggulangan hama penyakit dan penanganan bencana, pengolahan dan pemasaran hasil, pengawasan keamanan pangan, serta membangun pertanian skala luas melalui program Food Estate.  Saat ini program Food Estate sebagai percontohan sudah mulai dilaksanakan di 2 lokasi, yaitu di Provinsi Kalimantan Tengah (Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau) serta di Provinsi Sumatera Utara (Kabupaten Humbang Hasundutan).

Awal Januari lalu, seluruh Kementerian/Lembaga berdasarkan arahan Presiden melalui surat Menkeu No. S-30/MK.02/2021 terkena kebijakan refokusing dan realokasi belanja anggaran berupa penghematan anggaran. Refokusing anggaran hasil penghematan tersebut akan digunakan untuk penanganan pandemi Covid-19, seperti : pelaksanaan pengadaan vaksin dan program vaksinasi nasional, perlindungan sosial, serta percepatan pemulihan ekonomi nasional.  Kementerian Pertanian terkena penghematan anggaran sebesar Rp 6,32 Trilyun, dari anggaran semula sebesar Rp 21,83 Trilyun turun menjadi  Rp 15,51 Trilyun.  

Program Kerja Prioritas Nasional Kementerian Pertanian tahun 2021 sebagaimana tercantum dokumen RPJMN 2020-2024 adalah memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan melalui 2 proyek prioritas yaitu 1) Peningkatan Ketersediaan, Akses dan Kualitas Konsumsi Pangan; dan 2) Peningkatan Nilai Tambah Lapangan Kerja dan Investasi di Sektor Riil, dan Industrialisasi.  Adapun target pencapaian produksi komoditas 2021 diantaranya: 1) padi 54,7 juta ton; 2) jagung 23,00 juta ton; 3) kedelai 0,29 juta ton; 4) bawang merah 1,62 juta ton; 5) bawang putih 98,93 ribu ton; 6) cabai 2,67 juta ton; 7) gula tebu 2,36 juta ton; 8) kopi 765,42 ribu ton; 9) kakao 728,05 ribu ton; dan daging sapi/kerbau 425,98 ribu ton.

Dalam rangka tahapan penyusunan perencanaan tahun 2022 maka dilaksanakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Kementerian Pertanian tahun 2021. Kegiatan Rakortek ini merupakan tahapan awal dari dimulainya penyusunan perencanaan program dan kegiatan pembangunan pertanian tahun 2022. Melalui pelaksanaan Rakortek Kementerian Pertanian Tahun 2021, rancangan program dan kegiatan pembangunan pertanian tahun 2022 beserta rancangan target yang akan dicapai sudah mulai dapat ditetapkan dan disampaikan kepada daerah.  Dengan demikian diharapkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup pertanian provinsi dan kabupaten/kota dapat berkomitmen atas rancangan yang akan dicapai serta dapat memberikan dukungan penuh dalam upaya mencapai target tersebut.  Tema yang diangkat pada pelaksanaan Rakortek Kementerian Pertanian tahun 2021 ini adalah “Memperkuat Peran Sektor Pertanian di Tengah Pandemi COVID-19”.  Rakortek Kementerian Pertanian tahun 2021 dilaksanakan mulai tanggal 16-19 Februari 2021 di IPB International Convention Center, Bogor dengan peserta perwakilan OPD lingkup pertanian provinsi se Indonesia, baik secara offline dan virtual, dan sesuai dengan protokol penanganan Covid-19. 
 



Komentar