Pilot Project Pengembangan Kawasan Pertanian 4.0


19 Mar 2021 20:01:24


Biro Perencanaan Kementerian Pertanian menyelenggarakan Kunjungan lapangan bersama dan Workshop Pengembangan Kawasan Pertanian 4.0 pada tanggal 18-19 Maret 2021 di di JHL Solitaire Gading Serpong. Acara ini tidak hanya dihadiri oleh lingkup Kementan namun juga dihadiri oleh Asisten Deputi Bidang Ketahanan Pangan Riset dan Teknologi Sekretariat Kabinet RI, perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan juga pakar pertanian baik yang masih aktif maupun purna tugas di Kementan.

Pertemuan diawali dengan kunjungan untuk melihat hasil rekayasa teknologi pertanian di BPP Mektan Serpong, Selanjutnya dilaksanakan workshop terkait framework pengembangan kawasan pertanian 4.0 serta kesiapan dan ketersediaan teknologi Pertanian 4.0. Pertanian 4.0 harus diorientasikan untuk dapat diimplementasikan oleh petani kecil melalui pengembangan korporasi petani yang merupakan salah satu major project di dalam RPJMN 2020-2024. Dr. Hermanto dari Biro Perencanaan menyatakan “untuk mempercepat dan mengakselerasi penerapan 4.0, perlu adanya rintisan atau pilot project di lokasi major project korporasi petani, karena salah satu tuntutan pengembangan korporasi petani adalah inovasi. Sehingga korporasi petani tidak bisa tumbuh dan berkembang tanpa adanya inovasi teknologi, baik yang digunakan di on farm, hilirisasi termasuk manajemen korporasi sehingga menjadi lebih efisien dan efektif.”

Komponen pertanian 4.0 yang akan dikembangkan terdiri dari teknologi presisi, cyber-physical system dan Management Informasi System (MIS) yang diimplementasikan secara terintregrasi, sehingga dapat menjadi Inovasi yang diadopsi dalam pengembangan kawasan pertanian berbasis korporasi mewujudkan pertanian maju, mandiri, dan modern. Tentunya, dalam implementasinya perlu dukungan tidak hanya sinergi di dalam Kementerian Pertanian namun juga Kementerian dan Lembaga lainnya, sehingga Ibu Ida, Asisten Deputi Bidang Ketahanan Pangan Riset dan Teknologi Sekretariat Kabinet RI menyatakan siap bersama-sama dengan Bappenas dan Kemenko Perekonomian mendukung Kementerian Pertanian mewujudkan Kawasan pertanian 4.0 melalui pengambangan korporasi petani.

Wujud dari penggunaan inovasi di dalam implementasi pengembangan Kawasan pertanian 4.0, Dr. Haryono, mantan Kabadan Litbang mengingatkan bahwa “inovasi sama dengan invensi kali komersialisasi yang berarti invensi, temuan, hasil rekayasa jika tidak komersial berarti bukanlah sebuah inovasi”. Oleh sebab itu, pertemuan ini juga bermaksud untuk membuat suatu paket teknologi yang dapat diterapkan di masing-masing lokasi pilot project yang akan dikembangkan per sub sektor pada saat penyusunan rencana aksi.



Komentar