Rapat Koordinasi Penyusunan Pagu Indikatif Lingkup Setjen Tahun 2022


24 Mei 2021 13:39:12


Dalam rangka menindaklanjuti Surat Bersama Pagu Indikatif (SBPI) Kementerian Pertanian (Kementan) Tahun 2022 yang diterbitkan oleh Kementerian PPN/Bappenas bersama dengan Kementerian Keuangan, serta dalam rangka penyusunan dokumen perencanaan tahun 2022 di lingkup Sekretariat Jenderal (Setjen), Biro Perencanaan melaksanakan rapat koordinasi penyusunan rancangan pagu indikatif tahun 2022 lingkup Setjen pada tanggal 21 Mei 2021, di Wisma Hijau Cimanggis Depok. Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan dengan mengundang perwakilan pejabat/staf yang membidangi perencanaan yang berasal dari 11 Biro/Pusat yang ada di lingkup Setjen.

Rapat koordinasi dibuka dengan mendengarkan arahan dari Plt Koordinator Kelompok Substansi Kebijakan dan Program Biro Perencanaan, Dr. Ir. Ranny Mutiara. Dalam arahannya, Ranny memaparkan bahwa tujuan utama dari dilaksanakannya rapat koordinasi tersebut antara lain penyampaian rincian pagu indikatif 2022 lingkup Setjen, persiapan penyusunan target dan anggaran 2022 lingkup Setjen, dan pengisian aplikasi Krisna Renja 2022 lingkup Setjen. “Menyikapi terbitnya SBPI ini kami sangat mengharapkan kerja sama dari seluruh biro/pusat lingkup Setjen untuk dapat menyelesaikan pengisian aplikasi Krisna Renja 2022 selambatnya pada Senin, 24 Mei 2021,” papar Ranny. Selain itu, Ranny juga menambahkan agar masing-masing Biro/Pusat untuk dapat mengajukan usulan penambahan alokasi anggaran, mengingat turunnya alokasi pagu indikatif Kementan pada tahun 2022 ini dibandingkan dengan usulan yang diajukan.

Sebagaimana informasi dalam SBPI, bahwa pagu indikatif Kementan pada tahun 2022 adalah sebesar Rp 14,51 Trilyun. Jika dibandingkan dengan pagu indikatif 2021 lalu sebesar Rp 18,43 Trilyun, angka pagu 2022 tersebut mengalami penurunan. Demikian juga jika dibandingkan dengan usulan anggaran Kementan pra pagu indikatif yang sudah diusulkan pada aplikasi Krisna Renja yang sebesar 24,19 Trilyun, alokasi anggaran pagu indikatif 2022 ini sangat jauh dari usulan kebutuhan Kementan.

Sementara itu narasumber dari Kementerian PPN/Bappenas, Noor Avianto menyampaikan timeline penyusunan Rencana Kerja K/L tahun 2022. “Bappenas menargetkan input aplikasi Renja 2022 Kementan agar dapat diselesaikan selambatnya pada Senin, 24 Mei 2021. Sementara pelaksanaan pertemuan tiga pihak pagu indikatif akan dilaksanakan selambatnya pada 31 Mei 2021”, tambah Noor. Selain hal tersebut, Noor juga memberikan atensi khusus kedepannya untuk aktivitas terkait Ke-setjen-an agar memberikan perhatian terhadap 4 aspek, yaitu aspek kerangka regulasi (biro hukum), aspek koordinasi PHLN (biro KLN), aspek data geospasial (pusdatin), serta aspek peningkatan kapasitas pegawai (biro organisasi dan kepegawaian). “Kami akan memberikan masukan kepada Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas, agar kedepannya Ke-Setjen-an di Kementan untuk dapat memberikan perhatian khusus terhadap keempat aspek diatas,” tambah Noor.

Rapat koordinasi berlangsung secara dinamis, dari siang hingga menjelang sore hari yang diwarnai dengan antusiasmenya para peserta rapat selama berlangsungnya rapat. Banyak peserta biro/pusat yang menyampaikan pertanyaan dan masukan terkait dokumen perencanaan pagu indikatif Setjen 2022, baik yang ditujukan kepada Biro Perencanaan maupun kepada Bappenas. Sebagai tindaklanjut sekaligus menutup kegiatan, Biro Perencanaan meminta dukungan kerja sama kepada seluruh biro/pusat lingkup Setjen untuk dapat segera mengisi aplikasi Krisna Renja 2022 dan juga menyiapkan dokumen Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sesuai format yang disampaikan oleh Bappenas, selambatnya Senin 24 Mei 2021.



Komentar