Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian selenggarakan Workshop Regional DAK Bidang Pertanian Wilayah Timur


26 Mar 2021 08:46:39


Workshop dilaksanakan dari tanggal 23-24 Maret 2021 yang Bertempat di Hotel Gran Soll Marina Tangerang di ikuti oleh peserta dari Kabupaten/Kota se-Provinsi Kalimantan; Sulawesi; Nusa Tenggara Timur; Nusa Tenggara Barat; Bali; Maluku; Maluku Utara; Papua dan Papua Barat. Peserta yang hadir dalam pertemuan ini sebanyak 350 peserta melalui pertemuan offline dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.  Adapun tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah dalam rangka percepatan pelaksanaan DAK Bidang Pertanian TA 2021 dan persiapan perencanaan DAK Bidang Pertanian TA 2022 sesuai tematik program ketahanan pangan pada lokasi prioritas nasional. 

Peran DAK Bidang Pertanian dalam mendukung pembangunan infrastruktur pertanian di daerah diharapkan mampu mempertahankan capaian swasembada pangan nasional dan peningkatan produksi komoditas strategis lainnya sehingga pertanian menjadi sektor yang andal dan tangguh menopang dan memulihkan perekonomian Indonesia. Adapun Tema yang diangkat dalam Workshop Regional DAK Bidang Pertanian Tahun 2021 adalah “Meningkatkan Resiliensi Ekonomi dan Pangan melalui Pengembangan Pertanian Berkelanjutan di Masa Pandemi Covid 19”.  

Resiliensi (kehandalan dan ketangguhan) sektor Pertanian pada masa pandemi Covid 19 telah teruji, Hal ini terlihat dari indikator capaian makro tahun 2020, bahwa sektor pertanian memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, sekalipun di tengah Pandemi Covid-19. Penyesuaian strategi, program dan kegiatan di tengah pandemi Covid-19 yang telah dilakukan berdampak pada pertumbuhan PDB sektor pertanian. Data Badan Pusat Statistik (BPS), memperlihatkan PDB pertanian TW IV 2020 tumbuh 2,59%. Begitu pula selama satu tahun terakhir PDB pertanian juga tumbuh positif 1,75% di tengah terjadinya kontraksi ekonomi Indonesia tahun 2020 yang mencapai 2,07%. 

Ekspor produk pertanian juga menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Nilai ekspor kumulatif selama Januari-Desember 2020 mencapai Rp 451,8 trilyun atau meningkat 15,79% dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp 390,2 triliun. Pada masa pandemi Covid-19, ternyata bekerja di sektor pertanian menjadi pilihan utama masyarakat. Hal ini terlihat dari jumlah tenaga kerja sektor pertanian meningkat 2,23% dibandingkan tahun sebelumnya.

Arah Kebijakan DAK Bidang Pertanian yaitu: 
1) Memfasilitasi dan mendukung pengembangan kawasan sentra produksi pangan dan daerah pendukungnya secara terintegrasi hulu-hilir dalam rangka penguatan ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi nasional (Food Estate dan korporasi Petani).
2) Meningkatkan ownership dan kapasitas daerah dalam pengembangan kawasan sentra produksi pangan dan daerah pendukungnya.

Sasaran DAK Bidang Pertanian:
1) Tersedianya dukungan sarana dan prasarana dalam pengembangan kawasan sentra produksi pangan.
2) Terintegrasinya pengembangan kawasan sentra produksi pangan hulu-hilir.

Dalam Pelaksanaan Kegiatan DAK Bidang Pertanian beberapa hal yang harus diperhatikan:
1) DAK Bidang Pertanian adalah DAK Penugasan yang dialokasikan dalam rangka mencapai Prioritas Nasional.
2) Penerima DAK hanya daerah yang sudah ditentukan sesuai dengan kriteria teknis yang sudah ditentukan.
3) Proses perencanaan agar diselenggarakan dengan baik, sampai dengan penentuan lokasi kegiatan (kecamatan/ kelurahan/ desa); 
4) Tidak akan dibuka untuk seluruh daerah, hanya untuk daerah-daerah prioritas tertentu terkait penugasan dan tematik program ketahanan pangan yang bertujuan untuk penguatan ketahanan pangan nasional.

Untuk keberlanjutan kegiatan DAK Bidang Pertanian dapat dilihat dari capaian output DAK Bidang Pertanian TA 2020, dimana realisasi penyerapannya sebesar 88,13%. Pada awalnya pagu alokasi DAK Fisik Bidang Pertanian sebesar Rp 1,5 Triliun menjadi 574 Miliar karena adanya refocusing. Realisasi DAK di tahun 2020 tidak mencapai target diatas 90% karena terdampak Covid-19.

Pada tahun 2021, pagu alokasi DAK sebesar 1,6 triliun yaitu terdiri dari DAK  Fisik Bidang  Pertanian sebesar Rp. 1,4 Triliun dan DAK Non Fisik sebesar RP. 204 Milyar, agar penyerapan target realisasi triwulan I sebesar 35% bisa dicapai, maka perlu adanya percepatan pelaksanaan oleh daerah. Percepatan pelaksanaan tersebut harus tetap mengacu pada Petunjuk Teknis dan Petunjuk Operasional yang telah ditetapkan, agar kualitas output kegiatan tetap terjaga.
Berdasarkan informasi dari Kementerian Keuangan progress penyaluran DAK  Bidang Pertanian TA 2021 masih belum optimal karena adanya refocusing penyesuaian pelaksanaan DAK dengan mengutamakan kegiatan padat karya dan pemutakiran Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).

Dengan kegiatan DAK Bidang Pertanian ini diharapkan dapat medukung pemulihan ekonomi nasional di masa pandemik covid 19 terutama untuk kegiatan yang dilaksanakan secara swakelola padat karya.
Biro Perencanaan dan Eselon I Kementerian Pertanian sebagai pengampu kegiatan DAK Bidang Pertanian agar proaktif dalam melakukan pembinaan, pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan DAK Tahun 2021.

Dalam rangka persiapan perencanaan DAK TA 2022, Bappeda dan Dinas Lingkup Pertanian provinsi dan kabupaten/kota diharapkan segera berkoordinasi dan mengusulkan rencana kegiatan DAK Bidang Pertanian TA 2022 berdasarkan kebutuhan dan juga kesiapan dari lokasi penerima manfaat yang akan dikonfirmasi penyampaian usulannya pada acara workshop hari ini.



Komentar