Kebijakan dan Program Kementan (57)


Anggaran Kementan (35)


Wilayah (69)


Evaluasi dan Pelaporan Kementan (26)





Ide Bisnis Pertanian Kekinian

12 Jun 2020 19:02:12 | paijosituromang

Wilayah | 0 Komentar


Petani Tua Dominasi Pertanian

11 Jun 2020 21:33:57 | otak

Wilayah | 0 Komentar


Pandemi Corona, ApakahTerjadi Krisis Pangan ?

11 Jun 2020 21:26:34 | watanabe

Wilayah | 0 Komentar


Petani Makmur Indonesia Makmur

04 Jun 2020 21:35:14 | Mardiyanto

Wilayah | 0 Komentar


Nasib Pertanian Ditengah Wabah Covid19

04 Jun 2020 21:26:53 | Mardiyanto

Wilayah | 0 Komentar


Pertanian Modern di Indonesia

04 Jun 2020 21:19:21 | Mardiyanto

Wilayah | 0 Komentar


Potensi Pertanian Sarang Walet

30 Mei 2020 18:48:14 | Arlan Syahbana

Wilayah | 0 Komentar


Ancaman Kelangkaan Pupuk Bagi Petani

28 Mei 2020 18:20:36 | Arlan Syahbana

Wilayah | 0 Komentar


Budidaya Buah Naga di Lahan Gambut Palangka Raya

28 Mei 2020 18:00:59 | Sukardi

Wilayah | 0 Komentar


Antisipasi Pascapandemi, Kementan Siapkan SDM Pertanian Bertarung di Dunia Usaha

21 Mei 2020 02:12:45 | asep

Wilayah | 0 Komentar





4 Petani Paling Kaya di Dunia Hanya Bermodalkan Pertanian

04 Nov 2019 13:44:03 | Astor

Kebijakan dan Program Kementan | 1 Komentar


Makanan-Makanan Khas yang Ada Saat Paskah

21 Jul 2019 22:15:50 | abu ubaidilah

Wilayah | 1 Komentar


Petani kesusahan dapatkan pupuk bersama harga dapat dijangkau

15 Mei 2019 05:19:03 | kekey

Anggaran Kementan | 1 Komentar


Terbatasnya tenaga kerja pertanian serta agunan harga serta pemasaran rendah

15 Mei 2019 05:13:04 | kekey

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Melaksanakan program yang telah ditetapkan Kementerian Pertanian

15 Mei 2019 05:39:00 | kekey

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Pengesahan Raperda LP2B Molor Lagi

14 Jun 2019 20:25:43 | aeni rahmadhani

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Menteri Pertanian Rombak Pejabat Kementan

02 Ags 2019 10:32:58 | kazidan

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Indonesia Telah Siap Diri Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

07 Ags 2019 00:19:50 | melay

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Klaim Asuransi Pertanian Capai Rp 10,5 Miliar di Semester I/2019

07 Ags 2019 00:23:47 | melay

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Terbukti Meningkatkan Volume Ekspor, Akademisi Dukung Program Pertanian Modern

07 Ags 2019 00:26:11 | melay

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar





4 Petani Paling Kaya di Dunia Hanya Bermodalkan Pertanian

04 Nov 2019 13:44:03 | Astor

Kebijakan dan Program Kementan | 1 Komentar


Petani kesusahan dapatkan pupuk bersama harga dapat dijangkau

15 Mei 2019 05:19:03 | kekey

Anggaran Kementan | 1 Komentar


Makanan-Makanan Khas yang Ada Saat Paskah

21 Jul 2019 22:15:50 | abu ubaidilah

Wilayah | 1 Komentar


Terbatasnya tenaga kerja pertanian serta agunan harga serta pemasaran rendah

15 Mei 2019 05:13:04 | kekey

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Melaksanakan program yang telah ditetapkan Kementerian Pertanian

15 Mei 2019 05:39:00 | kekey

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Pengesahan Raperda LP2B Molor Lagi

14 Jun 2019 20:25:43 | aeni rahmadhani

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Menteri Pertanian Rombak Pejabat Kementan

02 Ags 2019 10:32:58 | kazidan

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Indonesia Telah Siap Diri Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

07 Ags 2019 00:19:50 | melay

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Klaim Asuransi Pertanian Capai Rp 10,5 Miliar di Semester I/2019

07 Ags 2019 00:23:47 | melay

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Terbukti Meningkatkan Volume Ekspor, Akademisi Dukung Program Pertanian Modern

07 Ags 2019 00:26:11 | melay

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


abu ubaidilah    16 Feb 2020 16:20:13

Wilayah | 0 Komentar


Awal Imlek Jadi Perayaan Para Petani


Tahukah Anda kecuali perayaan Imlek berawal berasal dari ungkapan rasa syukur para petani di daratan Tiongkok?  Pengamat budaya Tiongkok, Sutoyo Raharto, mengatakan, rasa syukur ini mulanya cuma dirayakan bersama dengan sederhana. Namun, lama kelamaan menjadi event besar tiap-tiap tahun ketika penguasa sementara itu menganggapnya sebagai acara yang mutlak dan mencatatnya. Jika berasal dari catatan, tahun baru Imlek telah meraih 2569 tahun. “Tapi, yang mengerti usianya lebih berasal dari itu. Mungkin sejak tersedia manusia yang tinggal di daratan Cina,” kata Sutoyo. 

Lebih jauh ia menjelaskan, Imlek dirayakan ketika para petani telah sanggup memulai bercocok tanam lagi terhadap musim semi. Sebelumnya, mereka merasakan musim dingin, di mana sepenuhnya tertutup oleh salju.  

Sutoyo mengatakan, kebanyakan perayaan Imlek tidak terlepas berasal dari dua tahapan yang tak dipisahkan, yaitu tahun baru kecil dan Cap Go Meh. Perayaan tahun baru kecil ditunaikan seminggu sebelum saat Imlek, dan Cap Go Meh dirayakan 15  hari sehabis Imlek.

Tradisi yang ditunaikan warga keturunan Tionghoa adalah bersihkan daerah tinggal mereka. Pada sementara itu, dipercaya dewa naik ke surga dan melaporkan semua tindakan yang telah ditunaikan oleh manusia. Dewa bakal turun lagi ke bumi sehabis Imlek. “Hari ini disebut bersama dengan hari netral. Tidak tersedia hambatan untuk menggelar pesta. Termasuk melangsungkan pernikahan,” terang pria kelahiran Semarang, 1977 ini. 

Dua hari menjelang Imlek, warga Tionghoa bakal merasa memasak dan buat persiapan makanan. Baru terhadap tanggal 30 malam, perayaan Imlek dilaksanakan. “Biasanya perayaan ditunaikan terhadap pukul 11 malam. Pintu dibuka dan petasan dinyalakan. Ini dipercaya supaya daya baik masuk ke tempat tinggal dan melenyapkan daya tidak baik berasal dari rumah,” mengerti papa dua anak ini. 

Ada yang unik yang tidak boleh ditunaikan selama seminggu sehabis Imlek. Seperti tidak boleh bersih-bersih dikarenakan sanggup menjauhkan rezeki terhadap hari pertama Imlek. Serta tidak boleh muncul tempat tinggal terhadap hari ke-3 untuk merawat keluarga tetap harmonis. Baru terhadap hari ke-4 mereka bakal berkunjung ke sanak famili dan kerabat.  “Sembayangan bakal di jalankan terhadap hari ke-2 dan ke-5,” ucap Sutoyo dilansir dari https://bersamakristus.org.  

Sutoyo terhitung menjelaskan, makanan yang kebanyakan disajikan terhadap perayaan Imlek membawa arti tersendiri. Biasanya menu yang disuguhkan adalah ikan, pangsit, lumpia, ronde, jeruk, wajik dan mi. Semua itu merupakan lambang untuk rezeki dan kebahagiaan. 

Seperti ikan yang kebanyakan disuguhkan sebanyak dua ekor yang berarti rezeki di awal dan akhir tahun. Ada ketetapan sendiri sementara menyantap ikan. Kepala dan ekornya tidak boleh dimakan. 

Begitu terhitung bersama dengan pangsit yang dibentuk menyerupai uang. Orang yang memakan pangsit ini dipercaya sanggup beroleh uang yang banyak.

“Lumpia yang warnanya seperti emas, merupakan lambang berasal dari lempengan emas dan kekayaan,” ujar alumnus Ilmu Filsafat Universitas Peking,  Cina ini. 

Selain itu, tersedia terhitung buah jeruk yang bentuknya bulat melambangkan perfeksionis atau kesempurnaan kekayaan. Sedangkan wajik yang sifatnya lengket, merupakan lambang berasal dari magnet yang sanggup menarik uang atau rezeki dan kesehatan. “Kalau mi melambangkan panjang usia dan kebahagiaan,” imbuh Sutoyo. 

Pada perayaan Imlek, kebanyakan bakal tersedia bagi bagi uang atau yang dikenal sebagai angpao. Warna merah terhadap amplop angpao tersebut merupakan lambang kebaikan dan kerja keras. “Tidak dulu amplop angpao berwarna putih. Sebab, amplop putih biasa digunakan untuk orang mati,” ujar pengajar di Kodiklatal dan Rumah Bahasa Pemkot Surabaya ini. 

Setelah merayakan Imlek, kebanyakan warga Tinghoa merayakan Cap Go Meh terhadap hari ke-15 sehabis Imlek. Sutoyo mengatakan, opor dan lontong yang biasa disuguhkan terhadap perayaan Cap Go Meh merupakan akulturasi kebudayaan dan cuma ditemukan di Pulau Jawa. “Di Cina sendiri mana tersedia lontong. Masuk Indonesia menjadi lontong dan opor. Kita mesti bangga menjadi Bangsa Indonesia, dikarenakan bangsa kita sanggup menerima semua kebudayaan,” terang Sutoyo. 

Satu lagi yang identik bersama dengan Imlek adalah warna merah. Sutoyo mengungkapkan, dalam merayakan Imlek tidak mesti gunakan warna merah yang merupakan warna elemen api. “Kalau kebanyakan bakal diimbangi bersama dengan warna putih atau biru, warna elemen air supaya seimbang,” tutur Sutoyo.  

Namun demikian, banyak terhitung warga Tionhoa yang gunakan warna serba merah sementara merayakan Imlek. Warna merah membawa lebih dari satu arti. Pertama membawa hoki. Masyarakat keturunan Tionghoa yakin kecuali warna merah sanggup membawa hoki. Menurut kepercayaan mereka, warna merah itu mampir secara alami sesuai bersama dengan nyala api. Dengan menghias tempat tinggal serba merah, dikehendaki sanggup membawa keberuntungan selama tahun. “Makanya, mereka bakal gunakan pakaian serba merah lebih-lebih hingga tujuh hari sehabis momen Imlek datang,” urai Sutoyo.

Warna merah terhitung dipercaya sanggup menyingkirkan masalah nian. Nian adalah sosok raksasa ganas yang tersedia dalam legenda masyarakat Tionghoa. Menurut cerita, makhluk ini sanggup mengganggu kehidupan warga. Nah, warna merah dikenal sebagai warna yang ditakuti oleh makhluk ini, supaya sanggup menyingkirkan nian yang menyebabkan kerusakan momen Imlek. 

Arti warna merah yang lain adalah pelambang kebahagiaan. Tentu saja harapannya adalah supaya tahun baru Imlek kali ini sanggup membawa berkah dan kebahagiaan untuk setahun ke depan.

Sutoyo mengatakan, warna merah terhitung memberikan stimulus dan rasa optimisme. Setiap perayaan tahun baru pastinya bakal disertai bersama dengan harapan baru. Begitu pun bagi mereka yang merayakan Imlek. Warna merah yang identik bersama dengan perayaan tersebut diakui sanggup memberikan stimulus dan rasa optimistis untuk mewujudkan resolusi yang dimiliki di tahun baru tersebut. (ang/opi) 



Komentar

Untuk Memberikan Komentar Silahkan Login Terlebih Dahulu