Kebijakan dan Program Kementan (20)


Anggaran Kementan (10)


Wilayah (22)


Evaluasi dan Pelaporan Kementan (7)





Belajar dari seorang petani

15 Sep 2019 22:22:41 | abu ubaidilah

Wilayah | 0 Komentar


Puasa dan Hubungannya Dengan Kesejahteraan

15 Sep 2019 21:04:50 | abu ubaidilah

Wilayah | 0 Komentar


Puasa dan Dampak Bagi Harga Pangan

15 Sep 2019 18:05:19 | abu ubaidilah

Wilayah | 0 Komentar


Sektor pertanian mengalami pertumbuhan ekonomi cukup signifikan

14 Sep 2019 21:32:05 | abu ubaidilah

Wilayah | 0 Komentar


Peluang usaha pertanian yang menjanjikan

14 Sep 2019 18:17:50 | abu ubaidilah

Wilayah | 0 Komentar


5 Keuntungan Investasi Pertanian yang Menjanjikan

14 Sep 2019 14:31:10 | abu ubaidilah

Wilayah | 0 Komentar


Anggaran RAPBN Tahun 2020

12 Sep 2019 00:23:51 | wawan

Anggaran Kementan | 0 Komentar


Dana Anggaran Perumahan

12 Sep 2019 00:20:30 | wawan

Anggaran Kementan | 0 Komentar


Badan Koordinasi Penanaman Modal

12 Sep 2019 00:16:38 | wawan

Anggaran Kementan | 0 Komentar


Sektor Pertanian Berdasarkan Harga Konstan

12 Sep 2019 00:01:33 | wawan

Wilayah | 0 Komentar





Makanan-Makanan Khas yang Ada Saat Paskah

21 Jul 2019 22:15:50 | abu ubaidilah

Wilayah | 1 Komentar


Terbatasnya tenaga kerja pertanian serta agunan harga serta pemasaran rendah

15 Mei 2019 05:13:04 | kekey

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Melaksanakan program yang telah ditetapkan Kementerian Pertanian

15 Mei 2019 05:39:00 | kekey

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Pengesahan Raperda LP2B Molor Lagi

14 Jun 2019 20:25:43 | aeni rahmadhani

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Menteri Pertanian Rombak Pejabat Kementan

02 Ags 2019 10:32:58 | kazidan

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Indonesia Telah Siap Diri Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

07 Ags 2019 00:19:50 | melay

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Klaim Asuransi Pertanian Capai Rp 10,5 Miliar di Semester I/2019

07 Ags 2019 00:23:47 | melay

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Terbukti Meningkatkan Volume Ekspor, Akademisi Dukung Program Pertanian Modern

07 Ags 2019 00:26:11 | melay

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Milenial Cenderung ke Arah Digitalisasi, Pertanian Indonesia Terancam?

17 Ags 2019 12:09:37 | abu ubaidilah

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Kementerian Beri Apresiasi bagi 30 Pelaku Pertanian

18 Ags 2019 15:14:11 | etusunarti

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar





Makanan-Makanan Khas yang Ada Saat Paskah

21 Jul 2019 22:15:50 | abu ubaidilah

Wilayah | 1 Komentar


Terbatasnya tenaga kerja pertanian serta agunan harga serta pemasaran rendah

15 Mei 2019 05:13:04 | kekey

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Melaksanakan program yang telah ditetapkan Kementerian Pertanian

15 Mei 2019 05:39:00 | kekey

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Pengesahan Raperda LP2B Molor Lagi

14 Jun 2019 20:25:43 | aeni rahmadhani

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Menteri Pertanian Rombak Pejabat Kementan

02 Ags 2019 10:32:58 | kazidan

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Indonesia Telah Siap Diri Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

07 Ags 2019 00:19:50 | melay

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Klaim Asuransi Pertanian Capai Rp 10,5 Miliar di Semester I/2019

07 Ags 2019 00:23:47 | melay

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Terbukti Meningkatkan Volume Ekspor, Akademisi Dukung Program Pertanian Modern

07 Ags 2019 00:26:11 | melay

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Milenial Cenderung ke Arah Digitalisasi, Pertanian Indonesia Terancam?

17 Ags 2019 12:09:37 | abu ubaidilah

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Kementerian Beri Apresiasi bagi 30 Pelaku Pertanian

18 Ags 2019 15:14:11 | etusunarti

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


rosiyati    04 Sep 2019 01:21:53

Anggaran Kementan | 0 Komentar


Kementan Genjot Percepatan Tanam Padi di Lampung


Kementerian Pertanian (Kementan) bersama dengan Korem 043/Garuda Hitam Lampung terus lakukan usaha pemercepatan untuk tingkatkan luas lebih tanam padi di Agustus serta September 2019.

Pelajari angka luas tanam adalah satu diantara usaha untuk menggenjot pemercepatan tanam, hingga mitigasi kekeringan di beberapa lokasi sentral produksi bisa dikerjakan secepat-cepatnya.

"Bukan sekedar pelajari angka luas tanam, pekerjaan itu untuk tingkatkan kualitas laporan data Luas Lebih Tanam (LTT) dari petugas pengolah data di kabupaten serta kota se-Lampung," tegas Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi waktu Rapat Pengaturan (Rakor) Pelajari, Pengaturan, serta Laporan Program Usaha Spesial Padi, Jagung serta Kedelai (Upsus Pajale) di Lampung, Senin (2/9/2019).

Ada Kepala Staf Korem (Kasrem) 043/Garuda Hitam, Letkol Mulyadi, Direktur Perbenihan, Takdir Mulyadi, Kepala Dinas Pertanian Lampung, Chrisna, serta kepala dinas pertanian kabupaten serta kota se-Lampung.

Perlu untuk diketahui, di 2019 Kementan sudah banyak mengalirkan pertolongan benih padi serta jagung untuk Lampung. Oleh karenanya, dalam pelajari ini, Suwandi menyorot penerapan pekerjaan pertolongan benih padi serta jagung sebab ada banyak yang belum tertanam atau ada pula yang telah tertanam tapi belum diadukan dalam pekerjaan Upsus.

"Karena itu, saya menginginkan benih yang telah di barisan tani selekasnya ditanam untuk meningkatkan luas lebih tanam September 2019. Selekasnya tanam buat yang benihnya telah tersalur, jangan pernah ada tempat nganggur sesudah panen," tegasnya.

Pergi dari ini, Suwandi mengutamakan pentingnya tingkatkan ketepatan serta kecepatan dan kualitas laporan data luas lebih tanam oleh Dinas Pertanian kabupaten/kota. Kementan semenjak Januari 2019 telah membuat aplikasi bernama Penguatan Data Pangan Strategis (PDPS). Sesaat untuk penambahan kualitas data, dikenalkan aplikasi Collector for ArcGIS.

"Tinggal gunakan sarana handphone Android, jalannya gampang, serta hasilnya pendataan data standing crop semakin lebih tepat serta valid," ucapnya.

Kasrem 043/Garuda Hitam Lampung, Letkol Mulyadi memperjelas faksinya memberi dukungan usaha pemercepatan tanam padi pada musim kemarau ini. Meskipun, sambungnya, sekarang dikit faksi yang perduli pertanian, tetapi TNI masih berkelanjutan menjaga usaha Kementan niat puasa qadha sampai kini dalam tingkatkan produksi pangan dengan berkepanjangan sebab tersangkut kemandirian pangan untuk hari esok bangsa serta keselamatan rakyat.

"Kami menghargai pada awal 2016 Kementan sudah memberikan pertolongan alsintan untuk memaksimalkan Brigade Alsintan. Saya pikir ini jadi fasilitas kontak yang baik buat Kodim menolong petani memproses tanah," cetusnya.

"Dengan service yang baik dari personil Kodim pasti membuat kemanunggalan TNI serta rakyat," lanjut Mulyadi.

Masih dalam tempat yang sama, Direktur Perbenihan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan sebagai Pj Upsus Lampung, Takdir Mulyadi mengatakan sasaran luas tanam padi September di Lampung seluas 91.000 hektare, jagung seluas 34.500 hektare, serta kedelai seluas 6.945 hektare. Karena itu, dia menginginkan semua kepala dinas kabupaten/kota untuk terus meningkatkan pemercepatan luas lebih tanam.

"Kami di sini memiliki komitmen untuk terus membuat pengaturan yang baik di antara pusat, propinsi, serta kabupaten untuk sampai sasaran September ini," katanya.

"Jadi kami ajak semua stakeholders untuk terus menjaga pemercepatan luas lebih tanam dengan menggerakkan petani untuk tanam padi, jagung serta kedelai dengan manfaatkan pertolongan fasilitas produksi seperti benih, sumur dangkal, pompanisasi, pipanisasi, serta manfaatkan sumber air permukaan," tambah Takdir.

Kepala Dinas Pertanian Lampung, Chrisna menjelaskan, dalam penerapan pemercepatan tanam di September 2019, seluruh pihak berkaitan supaya sama-sama bersinergi untuk menjaga penerapan Upsus Pajale.

"Pemercepatan tanam September bisa selekasnya dikerjakan untuk beberapa daerah yang terjamin airnya, hingga pada minggu ke-2 telah usai tanam," tuturnya.

Berkaitan suport agunan asuransi pertanian, Kepala Bagian Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Lampung menerangkan, dalam keadaan kemarau panjang seperti saat ini memang riskan dengan kekeringan yang menyebabkan puso, hingga agunan asuransi pertanian benar-benar dibutuhkan petani. Tetapi, masih ada masalah, yakni terbatasnya petugas lega dari PT Jasindo.

"Kami mengharap petugas Jasindo bekerja bersama dengan petugas lega pertanian untuk menangani persoalan minimnya SDM. Pada prinsipnya, asuransi Jasindo bukan asuransi yang sulit serta susah. Namun menurut info beberapa petugas lega, proses serta operasionalnya belum sesuai dengan keinginan petani," tuturnya.



Komentar

Untuk Memberikan Komentar Silahkan Login Terlebih Dahulu