Kebijakan dan Program Kementan (57)


Anggaran Kementan (35)


Wilayah (66)


Evaluasi dan Pelaporan Kementan (26)





Petani Makmur Indonesia Makmur

04 Jun 2020 21:35:14 | Mardiyanto

Wilayah | 0 Komentar


Nasib Pertanian Ditengah Wabah Covid19

04 Jun 2020 21:26:53 | Mardiyanto

Wilayah | 0 Komentar


Pertanian Modern di Indonesia

04 Jun 2020 21:19:21 | Mardiyanto

Wilayah | 0 Komentar


Potensi Pertanian Sarang Walet

30 Mei 2020 18:48:14 | Arlan Syahbana

Wilayah | 0 Komentar


Ancaman Kelangkaan Pupuk Bagi Petani

28 Mei 2020 18:20:36 | Arlan Syahbana

Wilayah | 0 Komentar


Budidaya Buah Naga di Lahan Gambut Palangka Raya

28 Mei 2020 18:00:59 | Sukardi

Wilayah | 0 Komentar


Antisipasi Pascapandemi, Kementan Siapkan SDM Pertanian Bertarung di Dunia Usaha

21 Mei 2020 02:12:45 | asep

Wilayah | 0 Komentar


Dinas Pertanian Jember Janji Segera Tindaklanjuti Kelangkaan Pupuk Subsidi

21 Mei 2020 02:11:11 | asep

Anggaran Kementan | 0 Komentar


Tingkatkan Kinerja Pertanian dari Hulu ke Hilir, Mentan Minta Petani dan Pimpinan Daerah Manfaatkan KUR

21 Mei 2020 02:09:40 | asep

Anggaran Kementan | 0 Komentar


Bangun Pertanian Guna Percepat Pemulihan Ekonomi

21 Mei 2020 02:06:07 | asep

Evaluasi dan Pelaporan Kementan | 0 Komentar





4 Petani Paling Kaya di Dunia Hanya Bermodalkan Pertanian

04 Nov 2019 13:44:03 | Astor

Kebijakan dan Program Kementan | 1 Komentar


Makanan-Makanan Khas yang Ada Saat Paskah

21 Jul 2019 22:15:50 | abu ubaidilah

Wilayah | 1 Komentar


Petani kesusahan dapatkan pupuk bersama harga dapat dijangkau

15 Mei 2019 05:19:03 | kekey

Anggaran Kementan | 1 Komentar


Terbatasnya tenaga kerja pertanian serta agunan harga serta pemasaran rendah

15 Mei 2019 05:13:04 | kekey

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Melaksanakan program yang telah ditetapkan Kementerian Pertanian

15 Mei 2019 05:39:00 | kekey

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Pengesahan Raperda LP2B Molor Lagi

14 Jun 2019 20:25:43 | aeni rahmadhani

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Menteri Pertanian Rombak Pejabat Kementan

02 Ags 2019 10:32:58 | kazidan

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Indonesia Telah Siap Diri Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

07 Ags 2019 00:19:50 | melay

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Klaim Asuransi Pertanian Capai Rp 10,5 Miliar di Semester I/2019

07 Ags 2019 00:23:47 | melay

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Terbukti Meningkatkan Volume Ekspor, Akademisi Dukung Program Pertanian Modern

07 Ags 2019 00:26:11 | melay

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar





4 Petani Paling Kaya di Dunia Hanya Bermodalkan Pertanian

04 Nov 2019 13:44:03 | Astor

Kebijakan dan Program Kementan | 1 Komentar


Petani kesusahan dapatkan pupuk bersama harga dapat dijangkau

15 Mei 2019 05:19:03 | kekey

Anggaran Kementan | 1 Komentar


Makanan-Makanan Khas yang Ada Saat Paskah

21 Jul 2019 22:15:50 | abu ubaidilah

Wilayah | 1 Komentar


Terbatasnya tenaga kerja pertanian serta agunan harga serta pemasaran rendah

15 Mei 2019 05:13:04 | kekey

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Melaksanakan program yang telah ditetapkan Kementerian Pertanian

15 Mei 2019 05:39:00 | kekey

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Pengesahan Raperda LP2B Molor Lagi

14 Jun 2019 20:25:43 | aeni rahmadhani

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Menteri Pertanian Rombak Pejabat Kementan

02 Ags 2019 10:32:58 | kazidan

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Indonesia Telah Siap Diri Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

07 Ags 2019 00:19:50 | melay

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Klaim Asuransi Pertanian Capai Rp 10,5 Miliar di Semester I/2019

07 Ags 2019 00:23:47 | melay

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Terbukti Meningkatkan Volume Ekspor, Akademisi Dukung Program Pertanian Modern

07 Ags 2019 00:26:11 | melay

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


abu ubaidilah    17 Ags 2019 12:09:37

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Milenial Cenderung ke Arah Digitalisasi, Pertanian Indonesia Terancam?


Generasi Milenial atau generasi yang lahir rentang tahun 1980 - 2000 waktu ini berusia pada 19-39 tahun ini, terhadap lima atau sepuluh tahun ke depan akan memegang guna mutlak didalam beraneka bidang termasuk pertanian.

"Generasi Milenial merupakan kunci atau key enabler kesuksesan pembangunan pertanian berkelanjutan," ungkap Dekan Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Kudang Boro, didalam keterangannya, Jumat (16/8/2019).


Kudang mengutamakan akan pemikiran terhadap profesi petani itu terutama dahulu sebelum saat kita mengajak generasi Milenial menekuni dunia pertanian. Yang ada dibenak generasi milenial bahwa persepsi profesi petani itu tetap diakui profesi yang tidak menjanjikan secara ekonomi.

Pada waktu dulu mungkin benar, dikarenakan teknologi pertanian tetap dijalankan terlalu tradisional, guna tengkulak, renternir yang menjerat hutang, dan bertani hanya untuk sebatas mencukupi keperluan konsumsi. Dan disempurnakan waktu itu perekonomian petani sebenarnya memprihatinkan.

"Kondisi sekarang telah jauh berubah, kemajuan teknologi memberi harapan baru dan peluang yang lebih besar kepada petani untuk menghasilkan lebih banyak uang. Dukungan pemerintah untuk modernisasi pertanian didalam kurun lima tahun terakhir terlihat nyata. Bahkan telah dideklarasikan oleh Menteri Pertanian tentang Pertanian 4.0," ungkap Kudang.

Kudang memberikan bahwa, doa mengikuti ujian generasi milenial adalah generasi yang tidak bisa terlepas dari teknologi digital. Mereka dilahirkan ditengah pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Mereka pun miliki kebiasaan dengan segala kepraktisan dan kecepatan yang di tawarkan oleh kecanggihan dari teknologi.

Mengajak generasi Milenial bertani tanpa diiringi penerapan teknologi kekinian menurut Kudang terlalu berat. Konsep pertanian digital atau Pertanian 4.0 merupan kunci utama mengajak mereka untuk terjun dan berperan didalam dunia pertanian.

Secara lazim rancangan Pertanian 4.0 adalah pemanfaatan teknologi digital untuk menopang kesibukan sektor pertanian dari hulu sampai hilir. Pemanfaatan di mulai dari rencana jaman tanam, pengaturan keperluan air dan pupuk, pengendalian hama, panen, pemasaran produk pertanian, dan pasca panen dan juga ditunjang dengan big data.

Era Pertanian 4.0 telah berkembang waktu ini terbukti telah banyak bermunculannya aplikasi digital sektor pertanian kini telah hadir dan bisa dimanfaatkan petani. Ada aplikasi yang bisa memprediksi cuaca yang bisa dimanfaatkan petani untuk memprediksi jaman tanam. Tersedia termasuk aplikasi yang bisa memantau keperluan air dan pupuk dan juga lakukan penyiraman secara otomatis, sampai dengan panen dan pasca panen.

Kementan telah memulai penerapan Pertanian 4.0, pengolaham lahan dengam traktor autonoumus, alsintan penanaman benih padi autonoumus dan penanggulangan hama bisa dijalankan dengan pakai teknologi drone agar bisa mempersingkat waktu dan bisa termasuk lokasi yang lebih luas. Ada termasuk aplikasi yang bisa memprediksi panen dan memasarkan hasil panen dengan memperpendek jalur distribusi.

Efektifitas dan efisiensi yang di tawarkan pertanian 4.0 diinginkan bisa mengurangi ada problem tenaga kerja tani dan minimalisir risiko gagal panen dan meningkatkan doa sholat hasil panen. Pada gilirannya bisa meningkatkan kesejahteraan petani. Baik pemilik lahan maupun petani penggarap atau buruh tani.

"Pesatnya perkembangan teknologi pertanian digital diinginkan menjadi dorongan bagi generasi milenial untuk terjun didalam dunia pertanian. Pada gilirannya ekosistem pertanian digital bisa mendorong lahirnya petani muda bertalenta," tutup Kudang.



Komentar

Untuk Memberikan Komentar Silahkan Login Terlebih Dahulu