Kebijakan dan Program Kementan (55)


Anggaran Kementan (28)


Wilayah (43)


Evaluasi dan Pelaporan Kementan (24)





Awal Imlek Jadi Perayaan Para Petani

16 Feb 2020 16:20:13 | abu ubaidilah

Wilayah | 0 Komentar


Monitoring serta pelajari pertolongan Barisan Santri Tani Milenial

31 Jan 2020 02:59:56 | kaina

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Mempraktikkan referensi yang diusulkan Komisi Penumpasan Korupsi (KPK)

31 Jan 2020 02:54:47 | kaina

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Kartu Tani malahan menyulitkan petani dapatkan pupuk bantuan

31 Jan 2020 02:51:21 | kaina

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Perbaikan ketepatan data Gagasan Definitif Keperluan Barisan (RDKK) Petani

31 Jan 2020 02:46:27 | kaina

Anggaran Kementan | 0 Komentar


Studi kasus Beras Nasional dan Perum BULOG

31 Jan 2020 02:42:37 | kaina

Evaluasi dan Pelaporan Kementan | 0 Komentar


Mentan Dorong Sulsel Jadi Pionir Perkreditan Pertanian

27 Jan 2020 04:32:51 | samsul

Evaluasi dan Pelaporan Kementan | 0 Komentar


Pengamat: SYL Selamatkan Masa Depan Pertanian

27 Jan 2020 04:14:02 | samsul

Evaluasi dan Pelaporan Kementan | 0 Komentar


Prinsip dasar pengembangan pertanian organik

15 Jan 2020 01:35:37 | kazidan

Evaluasi dan Pelaporan Kementan | 0 Komentar


Genjot Program 2020, Koster Kumpulkan Pimpinan OPD

10 Jan 2020 23:17:33 | tamaragustiana

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar





4 Petani Paling Kaya di Dunia Hanya Bermodalkan Pertanian

04 Nov 2019 13:44:03 | Astor

Kebijakan dan Program Kementan | 1 Komentar


Makanan-Makanan Khas yang Ada Saat Paskah

21 Jul 2019 22:15:50 | abu ubaidilah

Wilayah | 1 Komentar


Terbatasnya tenaga kerja pertanian serta agunan harga serta pemasaran rendah

15 Mei 2019 05:13:04 | kekey

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Melaksanakan program yang telah ditetapkan Kementerian Pertanian

15 Mei 2019 05:39:00 | kekey

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Pengesahan Raperda LP2B Molor Lagi

14 Jun 2019 20:25:43 | aeni rahmadhani

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Menteri Pertanian Rombak Pejabat Kementan

02 Ags 2019 10:32:58 | kazidan

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Indonesia Telah Siap Diri Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

07 Ags 2019 00:19:50 | melay

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Klaim Asuransi Pertanian Capai Rp 10,5 Miliar di Semester I/2019

07 Ags 2019 00:23:47 | melay

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Terbukti Meningkatkan Volume Ekspor, Akademisi Dukung Program Pertanian Modern

07 Ags 2019 00:26:11 | melay

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Milenial Cenderung ke Arah Digitalisasi, Pertanian Indonesia Terancam?

17 Ags 2019 12:09:37 | abu ubaidilah

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar





4 Petani Paling Kaya di Dunia Hanya Bermodalkan Pertanian

04 Nov 2019 13:44:03 | Astor

Kebijakan dan Program Kementan | 1 Komentar


Makanan-Makanan Khas yang Ada Saat Paskah

21 Jul 2019 22:15:50 | abu ubaidilah

Wilayah | 1 Komentar


Terbatasnya tenaga kerja pertanian serta agunan harga serta pemasaran rendah

15 Mei 2019 05:13:04 | kekey

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Melaksanakan program yang telah ditetapkan Kementerian Pertanian

15 Mei 2019 05:39:00 | kekey

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Pengesahan Raperda LP2B Molor Lagi

14 Jun 2019 20:25:43 | aeni rahmadhani

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Menteri Pertanian Rombak Pejabat Kementan

02 Ags 2019 10:32:58 | kazidan

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Indonesia Telah Siap Diri Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

07 Ags 2019 00:19:50 | melay

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Klaim Asuransi Pertanian Capai Rp 10,5 Miliar di Semester I/2019

07 Ags 2019 00:23:47 | melay

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Terbukti Meningkatkan Volume Ekspor, Akademisi Dukung Program Pertanian Modern

07 Ags 2019 00:26:11 | melay

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Milenial Cenderung ke Arah Digitalisasi, Pertanian Indonesia Terancam?

17 Ags 2019 12:09:37 | abu ubaidilah

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


rosiyati    04 Sep 2019 01:09:51

Kebijakan dan Program Kementan | 0 Komentar


Sawah alami Puso, petani Banyumas mulai klaim asuransi


Pada musim kemarau panjang, ruang sawah di Kabupaten Banyumas banyak yang puso serta tidak berhasil panen, petani mulai ajukan klaim asuransi. Dari keseluruhan sawah puso di Banyumas yang sampai lebih dari 300 hektare, yang mengaku asuransi seputar 15 hektare.

Direktur Jenderal Prasarana serta Fasilitas Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy sayangkan yang ajukan klaim dikit. Hingga dibutuhkan publikasi supaya petani semakin sadar utamanya asuransi.

"Petani akan rugi jika tidak turut asuransi. Untuk menangani kerugian karena musibah seperti kekeringan panjang yang sekarang sedang berjalan, karena itu petani akan terbantu dengan turut Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP)," jelas Sarwo Edhy, Selasa (3/9).

Sarwo Edhy menerangkan, kehancuran tanaman padi seluas 75 % dapat pergantian sebesar Rp 6 juta per hektar per musim.

"Tidak hanya karena musibah kekeringan, petani juga akan ubah rugi jika padinya terserang puso karena musibah banjir atau berlangsung serangan hama serta penyakit," imbuhnya.

Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Banyumas, Widarso, menjelaskan, mengajukan klaim asuransi pertanian karena puso yang masuk ke faksinya cuma 15 hektare. Serta, sekarang yang telah cair baru 3 hektare.

“Total tanaman padi yang puso lumayan banyak, sampai 300 hektare lebih, tapi yang doa sholat hajat ajukan klaim asuransi cuma 15 hektare. Saat ini klaim asuransi masih juga dalam proses serta yang cair baru untuk 3 hektare,” jelas Widarso.

Kurangnya mengajukan klaim asuransi dari beberapa petani ini, sebab yang ikuti program asuransi hasil pertanian memang dikit. Walau sebenarnya, bila ditelisik selanjutnya, petani akan diuntungkan dengan asuransi pertanian. Khususnya waktu musim kemarau panjang seperti saat ini, maupun saat cuaca berlebihan.

“Untuk satu hektare tanaman padi yang puso, mendapatkan ubah dari klaim asuransi sebesar Rp 6 juta. Jumlahnya ubah rugi itu sebetulnya sama dengan hasil panen petani, hingga benar-benar disayangkan, bila sampai sekarang ada banyak petani yang tidak turut asuransi,” tuturnya.

Walau sebenarnya, lanjut Widarso, untuk pembayaran iuran asuransi setiap bulannya, petani masih memperoleh subsidi dari pemerintah. Yakni, 80 % asuransi dibayarkan oleh pemerintah, hingga petani perlu membayar seputar Rp 35.000 per bulan untuk satu hektare sawah.

Program AUTP yang dikeluarkan Kementan mulai disosialisasikan di Kabupaten Banyumas pada 2015. Ongkos asuransi untuk satu hektare ruang sawah sebesar Rp180.000 serta 80 % ongkos dijamin oleh pemerintah pusat.

Ruang sawah yang memiliki hak memperoleh ubah rugi dari asuransi, yakni yang terserang serangan hama serta tidak berhasil panen. Untuk memperoleh klaim asuransi ini, petani harus membuat laporan tercatat dengan dibarengi referensi dari petugas yang mengatur langsung keadaan sawah.

“Sayangnya, petani kita masih sulit dibawa turut asuransi, hingga cuma sejumlah kecil saja yang memperoleh ubah rugi dari asuransi atas keadaan tidak berhasil panen,” ujarnya.



Komentar

Untuk Memberikan Komentar Silahkan Login Terlebih Dahulu